Tuesday, September 19, 2017

CONTOH SURAT KUASA



Silakan dicopy contoh surat kuasa ini, jika diperlukan dalam pengurusan dokumen-dokumen di Indonesia. 


==============================================================

SURAT KUASA



Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama                                      :
Alamat                                    :
Tempat & Tanggal Lahir     :
Kewarganegaraan                :
No. KTP                                   :
 

Dengan ini menguasakan pengurusan dokumen legalisasi kepada :

Nama                                      :
Alamat                                    :
Tempat & Tanggal Lahir     :
Kewarganegaraan                :
No. KTP                                  : 


Surat Kuasa ini berlaku sampai pengurusan legalisasi selesai. Demikian surat kuasa ini saya buat. 


(Tempat, Tanggal)

Yang Memberi Kuasa,                    Yang                                                            Menerima Kuasa,




  (Nama Lengkap)                  (Nama lengkap)

==========================================================================

Keterangan :
Materai ada di antara Yang Memberi Kuasa dan Yang Menerima Kuasa dan tanda tangan harus menyentuh materai.

Share:

Cara Legalisasi Dokumen Asing Pada Kementerian Luar Negeri Di Jakarta

Perlu diketahui bahwa dokumen-dokumen yang berasal dari luar negeri harus dilegalisir dahulu pada Kementerian Luar Negeri di Jakarta, jika dokumen tersebut ingin digunakan di Indonesia sebagai tanda dokumen tersebut sudah sah apabila digunakan di Indonesia.

Untuk membuat legalisasi, kalian harus menyiapkan beberapa persyaratan seperti di bawah ini :

1. Mengisi formulir/surat permohonan legalisasi yang telah disediakan di loket 5.
2. Membayar biaya legalisasi Rp. 25.000.- per dokumen.
3. Fotokopi KTP & Dokumen yang akan dilegalisasi.
4. Map berwarna kuning.
5. Jika berhalangan, pemohon dapat memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengurus legalisasi dan menyertakan Surat Kuasa yang ditanda tangani oleh si pemberi kuasa (pemohon) dan si penerima kuasa dengan materai 6000.


CATATAN :
*) Proses legalisasi 2 (dua) hari kerja (contoh : berkas dimasukkan hari Senin, dapat diambil hari Rabu).

*) Dokumen Indonesia yang akan dipergunakan di Luar Negeri harus dilegalisasi terlebih dahulu oleh Dit. Perdata, Kementrian Hukum & HAM.

*) Dokumen Asing yang akan dipergunakan di Indonesia harus dilegalisasi dulu oleh Perwakilan RI atau Perwakilan Asing di Indonesia.


Selain dokumen-dokumen dari luar negeri, dokumen lain yang bisa dilegalisir di Kementerian Luar Negeri adalah sebagai berikut :

1. Akte lahir
2. Akte kematian
3. Surat Keterangan
4. Akte Nikah
5. Ijazah
6. Surat Ijin Mengemudi
7. Surat Kuasa
8. Surat Kelakukan Baik
9. Certificate of Original
10. Dokumen lain yang memerlukan legalisasi


Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini :

Telp.   : (021) 3441508 Ext : 3103

Jam Kerja
Senin – Jumat pukul 08.30 - 15.30
Istirahat pukul 12.00 -13.00

Alamat Kementerian Luar Negeri :
Jl. Pejambon No.6. Jakarta Pusat


Share:

Sunday, September 17, 2017

Tahap - Tahap Yang Harus Dilakukan Dalam Pernikahan Campur Antara Indonesia Peru Secara Muslim Yang Dilaksanakan Di Indonesia

Apakah kalian punya rencana menikah dengan WNA berkebangsaan Peru? Saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya. Untuk yang beragama lain, semua prosesnya hampir sama, kalau yang beragama Islam menikah di KUA dan langsung tercatat di Catatan Sipil, kalau yang Non Islam, biasanya menikah secara agama dulu (kalau Kristen/Katolik di gereja) dan setelah itu melaporkan pernikahannya ke Kantor Catatan Sipil. Berikut ini saya jabarkan proses-proses pernikahannya :


TAHAP 1
LENGKAPI DOKUMEN PERSYARATAN MENIKAH
Dokumen yang berasal dari peru harus dilegalisir di Kementerian Luar Negeri dan setelah itu diterjemahkan ke dalam Bahasa  Indonesia. Informasi selengkapnya klik di sini


TAHAP 2
MENYERAHKAN DOKUMEN KE KUA YANG DITUNJUK
Minimal 10 hari sebelum tanggal pernikahan. Kalian bisa melangsungkan pernikahan di KUA pada saat jam kerja tanpa dipungut biaya/GRATIS, atau jika ingin melangsungkan pernikahan di luar jam kerja KUA harus membayar biaya administrasi sebesar 
Rp 600.000,- dan ditransfer ke nomor rekening bank yang sudah ditentukan dan bukti transfer harus diserahkan ke KUA untuk diproses


TAHAP 3
 MEMILIH TANGGAL PERNIKAHAN
Kalian bisa memilih tanggal pernikahan sesuai yang sudah direncanakan


TAHAP 4
MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN
Selamat ya, jika sudah sampai pada tahap ini. Semoga menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.  Di hari ini kalian akan mendapatkan buku nikah/akta pernikahan yang harus kalian tanda tangani. Dan silakan membuat fotokopi buku nikah yang sudah ditanda tangani tadi, lalu minta dilegalisir oleh kepala KUA dan jangan lupa untuk minta fotokopi Constancia Negativa de Inscripcion de Matrimonio (Surat Keterangan Belum Menikah) yang dibawa dari Peru dan sudah dilegalisir oleh Kementerian Luar Negeri sebelum proses menyerahkan dokumen ke KUA atau LNI (Letter of No Impediment)/CNI (Certificate of No Impediment) dari Kedutaan Peru di Jakarta. Untuk jumlah fotokopi yang akan dilegalisir minta 5  lembar untuk berjaga-jaga


TAHAP 5
MENGURUS LEGALISIR KE 3 KEMENTERIAN DAN 
KEDUTAAN PERU DI JAKARTA
Menurut pengalaman saya, setelah dilegalisir oleh 3 kementerian di Jakarta, saya tidak menerjemahkan ke dalam  Bahasa Spanyol ketika akan melakukan proses legalisir selanjutnya untuk diserahkan ke Kedutaan Peru di Jakarta. Sebenarnya di buku nikah/akta pernikahan menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dan setelah berkonsultasi dengan Kedutaan Peru di Jakarta, ternyata tidak ada masalah walaupun tidak diterjemahkan ke Bahasa Spanyol. Informasi legalisir bisa klik di sini


TAHAP 6
MENDAFTARKAN PERNIKAHAN
Jika kalian berencana untuk tinggal di Peru setelah menikah, maka kalian harus mendaftarkan pernikahan di RENIEC/Catatan Sipil di Peru. Informasinya silakan klik di sini. Tapi, jika kalian berencana untuk tinggal di Indonesia, silakan konsultasi langsung ke Kedutaan Peru di Jakarta untuk mendapatkan informasinya.


Kurang lebih tahap-tahapnya seperti di atas.

Share:

Wednesday, August 30, 2017

Kenapa Saya Membuat Blog Indonesia - Peru?

Langsung saja!

Saya akan memberikan beberapa alasan saya membuat blog Indonesia - Peru ini. Pada dasarnya, saya memang suka menulis dari dulu. Saya pernah bekerja juga sebagai copy writer. Belum sehebat para jurnalis yang memang sudah ahli di bidangnya. Tapi, menurut saya, menulis itu bagian dari seni. Setiap orang mempunyai rasa dan gaya tersendiri. Saya paling suka menulis tentang pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan dalam hidup saya. 

Nah, saya membuat blog ini karena berawal dari obrolan saya dan suami saya semenjak tinggal di Peru. Dengan banyak pengalaman mengurus pernikahan sampai masalah legalitas dokumen kami di Indonesia dan di Peru, saya ingin membagikannya kepada teman-teman yang membutuhkan informasi-informasi tersebut. Awalnya, saya sudah cari di internet tentang pernikahan campur antara Indonesia dan Peru, tapi tidak saya temukan. Oleh karena itu, terciptalah blog ini. Semoga dengan blog ini, ada diantara kalian yang membaca tulisan ini dan informasi yang saya tulis di sini bisa membantu.

Selain pernikahan, akhirnya saya putuskan untuk menambah menu baru di blog saya tentang wisata dan budaya Peru. Saya membagikan pengalaman "BACKPACKING" selama di Peru dan makanannya juga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan di Peru. 

Lalu, bagaimana tentang Indonesia? Saya akan menceritakan juga tentang Indonesia, yang akan dibantu oleh suami saya menggunakan Bahasa Spanyol, karena blog ini juga sekaligus mempromosikan Indonesia di Peru, dan mempromosikan Peru kepada pembaca dari Indonesia.

Saya juga berbagi tips-tips sesuai dengan pengalaman saya tentang semua hal di Indonesia dan Peru. Selain tips, saya juga menulis tentang review produk, makanan, restoran, dan lain-lain. 

Sebelumnya, maaf kalau masih banyak hal yang kurang di blog saya. Jika kalian punya saran dan kritik,  silakan mengirimkan email ke hesty.wonderfulindonesia@gmail.com. Dengan senang hati akan saya terima.

Salam.



Share:

Saturday, August 19, 2017

Beca para Aprender Idioma y Cultura Indonesia

Viva Indonesia!

Muchas gracias a todas aquellas personas que les llega este texto, pues en el describiré el porqué de mi decisión de aprender el bahasa indonesia, y es que en el camino de aprender este idioma aprendí muchas cosas de tanta valoración que llevaré conmigo toda mi vida.

Todo empezó en el momento que visité la embajada de Indonesia en Lima - Perú por recomendación de hasta ese entonces era mi novia virtual y quien el día de hoy se convertiría en mi esposa. Aquel día fui a consultar sobre turismo y asesoría legal en temas de matrimonio y derrepente me llamo la atención un folleto con un título en mayúscula "DARMASISWA: gana una beca y estudia bahasa indonesia".

En ese entonces tome un folleto y lo lleve a casa para luego leerlo con mayor detenimiento. Luego comenté eso con mi novia y ella inmediatamente me respondió que era una muy buena oportunidad para casarnos y poder aprender de su hermosa cultura.

Fue así que aplique a la beca, pasé la entrevista con el señor Arya Putubaya y el señor Oldy Sidiki quienes con mucha amabilidad me atendieron y escucharon mis deseos y por qué de querer participar en el aprendizaje del idioma.

Al cabo de aproximadamente un mes, me llamaron diciéndome que había obtenido la gran ansiada beca para poder estudiar el idioma Indonesio en la universidad Gajah Mada en Yogyakarta - Indonesia.

Listo para mi viaje, salí de Lima - Perú el 25 de agosto de 2016 a cruzar la mitad del mundo hacia Indonesia. Llegué a Yakarta sin muchos problemas el 28 de agosto, ya en el camino había tenido algún contacto con palabras como "terima kasih" y "selamat datang" en Kuala Lumpur. Luego de todo ello y una ceremonia de apertura espectacular por parte de la organización de Darmasiswa, nos tocó a todos los estudiantes volar a nuestra ciudad destino, Yogyakarta.

Yogyakarta nos recibió con un día muy bonito y fresco, conocimos la universidad que era hermosa y nos preparamos para inmediatamente iniciar clases al día siguiente. Luego de ello, fuimos a almorzar algo ordenando la comida en el restaurante en Inglés y nos dimos cuenta que teníamos que aprender el idioma lo más pronto posible pues en Yogyakarta el Inglés no es muy usado y más aún en la zona la universidad.

Es así como nuestros partners nos apoyaron en realizar nuestras actividades diarias, sin embargo ellos no estarían siempre a nuestro lado, entonces la necesidad y las primeras clases nos enseñaron a usar lo básico en el idioma indonesio para diferentes contextos como en el restaurant, malls o en la misma universidad.

Es así como nuestros conocimientos se nutrían con el idioma y también la cultura, es así que adentrándome más en ella pude aprender cosas nuevas como manejar motocicleta o aprender el mismo sistema social y político del país en conversaciones con personas en la universidad y warungs, razonando en mi mismo la importancia de las relaciones bilaterales entre Indonesia y Perú, pues ambas naciones son muy similares pero a la vuelta del mundo.

Empezando por la gastronomía, sabores intensos y muchas combinaciones tales como aquí. Luego pasaba por la riqueza y diversidad cultural, la cual lo hace un país muy prodigioso de tener muchas lenguas y etnias al igual que aquí, mucha riquezas arqueológicas, jungla, montañas, mares, y mucho más.

No es de extrañarse que muchas palabras de bahasa Indonesia sean derivadas de vocabularios en latín, español, portugués, inglés, hindú, holandés, árabe y por supuesto de sus lenguas nativas como el javanés, malayo o batak y eso lo hace un idioma rico y nos presenta un idioma que puede simplificar la forma de aprender y hablar un idioma, que por su tradición e historia tenga su adaptación tal cual el día de hoy podemos aprender y disfrutar.

Indonesia es un país interesante por donde se lo vea, y siempre será una opción para cualquier amante del turismo pasar por sus hermosas y paradisiacas playas. O aquel inversor de negocios que viaje con planes de realizar de ahí viene la importancia de aprender el idioma.

Como conocedor de uno de los idiomas más hablados del sudeste asiático corresponde merecer la importancia de este como viene haciendo el gobierno de Indonesia en alentar el aprendizaje con su programa de becas darmasiswa o la introducción del bahasa Indonesia como lengua oficial de una cumbre tan importante como es la de ASEAN, ¡Viva Indonesia!

Escritor : Marco Polo
Alumno de Beca de Darmasiswa 




Share:

Friday, August 11, 2017

Dapat Tiket Gratis Mengunjungi Situs Purbakala Pachacamac di Lurin

Templo de La Luna atau Acllahuasi


Peru merupakan negara yang kaya akan situs-situs purbakala. Yang paling terkanal adalah Machu Piccu. Ternyata, di salah satu daerah di bagian selatan Kota Lima yang bernama Lurin, terdapat sebuah situs purbakala yang merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Inca di Amerika Selatan ini. Nama situs tersebut adalah Pachacamac. Di kawasan ini terbagi menjadi beberapa kuil yaitu :

  1. Templo del Sol, bangunan yang megah yang dibangun oleh suku Inca.
  2. Templo de la Luna atau Acllahuasi, juga dari suku Inca. Hal itu dipulihkan oleh J. C. Tello, yang disebut Mamaconas.
  3. Templo Viejo, kuil yang tua dari budaya lima, sekarang sudah menjadi reruntuhan.
  4. Templo Pintado, pada periode Huari.
  5. Palacio de Tauri Chumpi, kuil di mana mungkin tinggal gubernur terakhir dari zaman Inca.
  6. Nunciaturas regionales atau conjunto de palacios con rampa, dari budaya Ichma.
  7. Plaza de los peregrinos, dari suku Inca.
Templo del Sol



SEKILAS INFO TENTANG PACHACAMAC
Pachacamac adalah tempat suci yang berada di pesisir tengah selama lebih dari 1200 tahun. Kuil mereka dikunjungi oleh banyak peziarah dalam ritual Andes. Pachacamac adalah seorang dewa yang berhasil turut campur dalam penggerak kekuatan untuk memprediksi masa depan dan mengendalikan pergerakan bumi.

Setelah jatuhnya Tawantinsuyu, tempat suci itu ditinggalkan. Akan tetapi, situs tersebut masih dipertahankan kehadiran fisik dan spiritualnya sampai hari ini.

Tempat suci Pachacamac berasal dari seluruh penjuru Peru dalam pencarian solusi atas masalah mereka atau jawaban atas keraguan mereka. Kata Pachacamac berasal dari dua kata Quechua, "Pacha" berarti bumi dan "qamac" berarti jiwa. Jadi Pachacamac adalah jiwa bumi, yang menjiwai dunia atau Lord of Tremors/Penguasa Gempa Bumi. Orang-orang Peru kuno percaya bahwa gerakan tunggal menyebabkan bencana alam.

Dari tahun 900 M pemujaan mereka tumbuh secara signifikan. Siapapun tidak bisa melihat langsung ke mata Pachacamac dan bahkan para Cacique (orang yang memimpin pemujaan) harus membelakangi saat menemuinya. Kuil-kuil besar hanya dimasuki oleh pejabat tinggi, tapi peziarah hanya bisa mengamati dan membuat pengorbanan mereka sendiri di pusat lapangan untuk melakukan pemujaan.

Dewa Pachacamac adalah pusat dari keseluruhan agama pesisir. Dewa Pachacamac mungkin ada di Kuil Pachacamac dan kemungkinan untuk akses masuk ke sana hanya boleh setelah berpuasa, dalam beberapa kasus, sampai satu tahun.

BAGAIMANA TRANSPORTASI KE SANA?
Untuk pergi ke Pachacamac, silakan cari bus dari Lima yang akan pergi ke Lurin melewati jalan tol Panamerica Sur. Nanti turun di depan gerbang Pachacamac. Saya naik dari Atocongo, dekat dengan Tottus Atocongo [Panamerica Sur]. Saat itu harga tiket busnya 2 soles. Waktu tempuh sekitar 30 menit. Kalau kalian memakai mobil pribadi, silakan ikuti jalan tol Panamerica Sur,  lalu setelah melewati Villa El Salvador, kalian harus belok ke kanan lewat jalan Antigua Panamerica Sur, ikuti jalan tersebut sampai melewati pemakaman (Parque del Recuerdo) dan Museo de Pachacamac ada setelah pemakaman tersebut.

Kontak
Lokasi        : Antigua Carretera Panamericana Sur KM 31.5, Lurin-Lima
Telepon : 3215606
Email : reservaspachacamac@cultura.gob.pe
Jam Kerja : Senin TUTUP karena untuk perawatan dan pembersihan ruangan
Selasa-Sabtu dari jam 09:00 - 17:00
Minggu dari jam 09:00 - 16:00

BERAPA HARGA TIKET MASUKNYA?
Saya pergi ke sana pada Hari Minggu di awal Bulan Agustus kemarin. Saya dapat informasi dari fanpage Ministerio de Cultura Peru, bahwa sejak Bulan Juli 2017, tiket masuk ke semua museum yang ada di Peru tidak dipungut biaya alias GRATIS! Dengan catatan harus Warga Negara Peru yang mempunyai DNI Peru dan Warga Asing yang bukan turis. Kebetulan saya sudah mempunyai Carnet de Extranjeria. Saya ingin mencoba, apakah bisa masuk GRATIS ke museum ini atau tidak. Dan ternyata, sesampainya di sana, saya tidak bayar sepeserpun. Akhirnya, saya menikmati manfaat dari Carnet de Extranjeria.

Daftar harga tiket normal :
Dewasa ................................................. ......................... S /. 15.00
Pelajar/Mahasiswa ............... ......................................... S /.   5.00
Lansia ........................................................... ................. S /.   7.50
Anak-anak (usia sampai 12 tahun) ................................. S /.   1.00
Kunjungan khusus (per orang) ....................................... S /.  20.00
Jasa tour guide (max 20 orang) ...................................... S /.  25.00

Tiket Masuk Khusus
Diskon 50% untuk orang militer yang masih bekerja atau lebih dari 60 tahun dengan menunjukan kartu DNI, guru yang masih bekerja/belum pensiun, dan diskon 50% untuk orang disabled, berdasarkan kategori yang sesuai.

* Penjualan tiket hanya sampai jam 16:00 dari Hari Selasa sampai Sabtu
** Penjualan tiket hanya sampai jam 15:15 sore pada Hari Minggu


Ukiran kayu yang ada di dalam 
Museum de Pachacamac

FASILITAS :

Di kawasan Situs Purbakala Pachacamac, saya mendapatkan fasilitas yang cukup memuaskan. Diantaranya :

  1. Museum Pachacamac, di dalam museum ini, menyimpan banyak peninggalan situs purbakala seperti perkakas rumah tangga yang terbuat dari tanah, kain dengan motif asli budaya mereka, sepatu yang terbuat dari serat tanaman dan hewan, ukiran dari kayu, aksesoris wanita (anting, kalung, tas), dan masih banyak lagi.
  2. Toilet Umum dengan sabun, di area museum ada toilet. Di area kuil atau candi juga ada toilet portable, tapi sedikit bau.
  3. Kantin/Cafetaria, di sini kalian bisa memesan menu seperti sandwich dan burger, minuman ringan dan jus.
  4. Toko kerajinan tangan, ada toko kecil di area museum yang menjual kerajinan tangan khas Pachacamac
TIPS :
Kawasan Pachacamac adalah kawasan gurun pasir yang terbentang luas. Jadi, kalian harus siap-siap berjalan kaki yang lumayan menguras energi. Saya mempunyai beberapa tips yang bisa kalian lakukan sesuai dengan pengalaman saya ketika mengunjungi Pachacamac. Tips-tipsnya adalah sebagai berikut :

1. Lebih baik memakai sepatu yang nyaman untuk jalan kaki. Di kawasan ini diperbolehkan menggunakan mobil pribadi untuk mengunjungi kuil satu ke kuil lain dan memang mereka menyediakan fasilitas parkir di setiap kuil. Tapi, saya pribadi lebih menikmati jalan kaki.


2. Siapkan juga air mineral dan makanan ringan, ini sangat penting untuk menghindari dehidrasi dan kelaparan.


3. Ketika saya datang ke sana, suhu udaranya berubah cepat, kadang panas tapi juga kadang dingin. Kebetulan di sini memang sedang musim dingin, sebaiknya kalian membawa jaket dan topi. 

4. Tidak boleh melewati area jalan kaki, maksudnya kita hanya boleh jalan di dalam trek khusus jalan kaki dan juga tidak boleh menyentuh kuil tersebut. 

5. Di dalam museum, pengunjung juga dilarang menggunakan flash ketika mengambil gambar dan juga dilarang menyentuh peninggalan purbakala di sana.

Perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan baru di Peru. Semoga informasi yang saya berikan cukup bermanfaat. Kalau kalian ingin datang mengunjungi Peru atau mau mengunjungi Pachacamac, silakan menghubungi saya. Sampai jumpa!





SPECIAL THANKS TO :

  1. Suami saya yang menemani saya ke sana
  2. Ministerio de Cultura Peru for give the best optional to know about museums in Peru.


Share:

Tuesday, August 8, 2017

Perpanjang Visa Turis + Bonus Jalan-Jalan ke Tacna [Peru] dan Arica [Chile]

Artikel ini menceritakan tentang perjalanan saya untuk perpanjang visa turis saya pada tanggal 6 Desember 2016 lalu.

Saya meninggalkan Lima pada tanggal 5 Desember 2016 dengan menggunakan Bus Oltursa menuju Tacna. Perjalanan Lima ke Tacna menghabiskan waktu sekitar 20 jam [Klik di sini untuk cerita selengkapnya]. Saya sampai di Tacna pada tanggal 6 Desember 2016. Sementara, masa berlaku visa turis saya adalah sampai tanggal 7 Desember 2016. Sebaiknya, jika masa berlaku visa turis kalian habis dan kalian masih ingin tinggal lebih lama di Peru, maksimal 1 minggu sebelum masa berlaku habis kalian pergi dari Peru karena untuk meminimalisir adanya masalah-masalah keimigrasian dan kalian bisa mempersiapkan waktu jauh-jauh hari.

Kenapa saya bisa mepet sekali waktunya? Karena saya masih menunggu dokumen-dokumen pernikahan saya dari Indonesia dan ternyata dokumen tersebut datangnya mepet juga. Awalnya saya pikir, dokumen tersebut akan datang sebelum masa berlaku habis.


PERJALANAN TACNA-ARICA
Setelah sampai di Kota Tacna, saya istirahat sebentar di hotel untuk merenggangkan otot dan makan siang dulu. Setelah cukup istirahat, saya pergi ke Terminal Terrestre Internacional Manuel A. Odria dan membeli tiket ke Arica, Chile. Perjalanan dengan bus tersebut menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Ini adalah pertama kali saya pergi ke perbatasan suatu negara lewat darat dan ada di Amerika Selatan.

Tips :

  1. Jika ada orang yang memberi/menitipkan barang kepada kalian dengan alasan apapun, harus ditolak ya! Karena untuk sekuritas kalian. Biasanya mereka akan meminta tolong dengan cara menitipkan barang dagangan yang mereka beli di Tacna. Pokoknya, apapun alasannya, ditolak saja. Kalian tidak akan pernah tahu barang apa  yang mereka bawa, mungkin saja narkoba. Jalur perbatasan selalu menjadi jalur yang beresiko. Jaga selalu barang bawaan kalian. Sebaiknya membawa satu tas kecil saja untuk dokumen dan uang.
  2. Jika kalian ingin menghemat biaya, sebaiknya membeli air minum di Tacna karena harga air minum di Arica lebih mahal
  3. Siapkan uang seperlunya saja untuk ditukar ke Peso Chile.

Sepanjang perjalanan, pemandangan yang saya lihat adalah gurun pasir yang terbentang luas, pegunungan Andes, laut dan sesekali ada kota-kota kecil. Sekitar 15-20 menit perjalanan,saya sampai di COMPLEJO FRONTERIZO CHACALLUTA ARICA yang merupakan perbatasan Chile dan Peru. Tempat ini sekaligus sebagai gerbang keluar dan masuk antar kedua negara tersebut. Di sini juga saya harus membuat stempel imigrasi untuk memperpanjang visa turis saya. Pemeriksaan sangat ketat dilakukan di sini agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti penyelundupan narkoba,senjata dan bahkan pembelian barang yang melebihi batas maksimal per orang. Harus sangat berhati-hati!

Setelah proses tersebut saya melanjutkan perjalanan ke Kota Arica dari perbatasan. Sebenarnya, bisa langsung pulang, tapi kita juga harus membeli tiket bus lagi di Terminal Arica dan tidak bisa dilakukan di Imigrasi itu. Oleh karena itu, saya memanfaatkan waktu beberapa jam untuk berkeliling Kota Arica. Dan saya pergi ke El Morro de Arica yang bersejarah. Dulu, Arica merupakan bagian dari Peru tapi ketika perang antara kedua negara tersebut,  Arica diambil oleh Chile.


BONUS! JALAN-JALAN DI ARICA

Ini adalah taman di bawah El Morro de Arica. Biasanya penduduk lokal maupun turis akan bersantai di sana menikmati udara yang segar dan ada juga pertunjukan kecil seperti sekelompok penari yang sedang menari. Di dekat tebing atau El Morro itu sudah memasuki pantai yang langsung menuju ke Samudera Pasifik. Di musim panas seperti ketika saya datang ke sana, mereka akan berenang di laut dan berjemur di pantai itu. 


      
Kota Arica dilihat dari El Morro de Arica





Share: