Showing posts with label Sekilas info. Show all posts
Showing posts with label Sekilas info. Show all posts

Tuesday, March 17, 2020

BAGAIMANA WABAH CORONA VIRUS DI PERU?

Bagaimana negara Peru menghadapi wabah Corona Virus?

Per hari ini ketika saya menulis artikel, Senin, 16 Maret 2020, Presiden Martin Viscarra mengumumkan karantina umum selama 15 hari di dalam negara, semua akses keluar masuk Peru ditutup termasuk penerbangan dan perbatasan. 

Beberapa hal masih boleh dilakukan di luar seperti membeli kebutuhan makanan pokok, obat-obatan, pergi ke bank, pergi ke rumah sakit atau klinik kesehatan, pergi ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Orang yang keluar rumah dibatasi dan akan dimintai kartu identitas oleh polisi. Beberapa distrik juga ditutup aksesnya. Para tentara dan polisi selalu berpatroli di jalan untuk mengecek warga yang keluar dan menjaga keamanan.

Tempat-tempat yang masih boleh buka antara lain bank, supermarket, pasar yang menjual bahan makanan, toko yang menjual bahan makanan, toko roti, restoran, dan kebutuhan pokok lainnya.

Semua kegiatan yang melibatkan banyak orang tidak diperbolehkan seperti sekolah diliburkan, tidak boleh ada konser dan event sejenisnya, penerbangan ke luar masuk ke negara Peru ditutup dan perbatasan juga ditutup.

HARI PERTAMA KARANTINA UMUM
Pada hari pertama karantina umum, di beberapa distrik di Kota Lima masih ada banyak orang yang melakukan aktifitas di luar ruangan seperti warga masih banyak yang pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan dan keperluan pokok seperti tisu. Kebanyakan dari mereka adalah penjual yang ingin menjual lagi. Masih ada angkutan umum yang beroperasi. Banyak orang yang masih pergi ke kantor dan harus mengantri naik bus metropolitano di stasiun tertentu. Walaupun sudah diumumkan untuk tidak keluar rumah, tapi masih banyak orang yang tidak mengikuti aturan. Bahkan beberapa anak muda ditemukan sedang beraktifitas di pantai sampai pada akhirnya polisi harus mengambil tindakan lebih keras karena memang semua itu tidak diperbolehkan.

Oleh karena itu, Presiden Martin Vicarra memperketat aturan yang berlaku untuk hari kedua karantina umum dengan melarang semua transportasi beroperasi. Penjagaan oleh polisi dan tentara akan diperketat. Dalam konferensi pers, Presiden Martin Viscarra menyampaikan bahwa pemerintah Peru akan memberikan subsidi uang sebesar 380 soles untuk warga yang membutuhkan dan para lansia.

Hari pertama karantina umum di Kota Cusco, yang merupakan salah satu kota pariwisata dengan banyak wisatawan di Peru, terlihat sepi. Area Plaza de Armas yang selalu penuh dengan orang, hari ini sangat sepi.

Sampai saya menulis artikel ini, ada 86 kasus, 1 orang sudah dinyatakan sembuh dari Covid19 dan 8 orang dalam masa kritis. Untuk melihat update tentang Corona Virus di dunia kalian bisa cek ke website www.worldometers.com/coronavirus.

Di sini, selama lockdown, jika ada warga mengalami keluhan seperti sesak nafas, demam tinggi, dan lainnya seperti ciri-ciri terinfeksi Covid19 ini, bisa menghubungi 113 dan petugas kesehatan akan datang mengecek dan melakukan tes Covid19 dan mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya yaitu karantina mandiri di rumah atau karantina lanjutan ke rumah sakit. Jika positif Covid19 dan kritis harus langsung dibawa ke rumah sakit untuk karantina lebih lanjut di rumah sakit.

Menurut saya, tindakan lockdown ini sudah sangat bagus karena bisa mengurangi penyebaran virus ini. Kita tidak pernah tahu siapa saja orang yang sudah terinfeksi di luar sana, jadi lebih baik tinggal di rumah saja untuk mencegah penyebaran semakin meluas. Teruslah menjaga kebersihan dan kesehatan. Tidak perlu panik karena kalau panik akan mempengaruhi kesehatan kita juga. Terus ikuti arahan dari pemerintah dan yang paling penting tinggal di rumah saja dulu untuk sementara waktu.

Tunggu update selanjutnya tentang COVID19 di Peru di sini.


APA RASANYA LOCKDOWN DI NEGARA PERU? 

Sudah 38 hari Peru memberlakukan lockdown sejak 16 Maret 2020 lalu. Hari ini, Kamis, 23 April 2020 dini hari saya tiba-tiba ingin sharing perkembangannya.
Total kasus yang dikonfirmasi pada hari ini ada 19.250 kasus, 7.027 orang dinyatakan sembuh dan 530 orang dinyatakan meninggal. Presentase kasus yang dikonfirmasi menurut jenis kelamin, ada 37,7% perempuan dan 62,3% laki-laki.  Jumlah orang yang sudah dites ada 170.400 dengan 151.150 negatif dan 2.434 harus menjalani perawatan intensif. 

Di awal karantina, saya merasa biasa saja karena saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Tetapi, sebagai makhluk sosial, saya juga merasa mulai bosan dan stres di dalam rumah terus, merindukan aktifitas yang biasa dilakukan sebelum pandemi ini. Pergi ke pasar, jalan-jalan ke pantai, bertemu teman-teman, makan di luar dan lain-lain. Saya juga tidak kehabisan akal untuk mengisi waktu selama masa karantina dengan memasak, membuat kue, menjahit, membuat DIY dari kayu bekas, merawat tanaman-tanaman saya dan satu hal yang paling sangat jelas perubahannya yaitu dengan lebih menjaga kebersihan. Saya menjadi lebih parno dengan segala hal yang kotor. Saya rasa hampir semua orang sekarang menjadi lebih berubah ke arah positif ya. 

Dan tentunya, dari semua yang terjadi mengerikan ini, ada hal yang benar-benar indah dan bahagia, yaitu alam semesta. Bumi mulai menyembuhkan diri dari penyakit-penyakit yang manusia buat dan hewan-hewan mulai merasakan kembali habitatnya seperti dulu. Semoga dengan pandemi ini, manusia-manusia bisa semakin peduli dengan menjaga alam semesta dan tidak egois dengan ketamakan yang mereka inginkan. Jaga kesehatan dan think positive guys! 


Share:

Thursday, February 16, 2017

Nama-nama rempah, sayuran dan buah-buahan yang ada di Indonesia dan ada di Peru dalam Bahasa Spanyol

Hobi memasak sangat menyenangkan. Apalagi untuk Ibu Rumah Tangga seperti saya. Aliran masakan saya memang sangat nasionalis :). Yups! Saya suka memasak masakan Indonesia. Kalau tinggal di Lima seperti sekarang ini, bagaimana bisa memasak masakan Indonesia?

Betul sekali, sedikit susah untuk menemukan rempah-rempah yang biasa digunakan pada resep masakan Indonesia di sini. Apapun itu saya harus mencoba mencari. Berbekal internet, saya mencari gambar di google. Saya tanya kepada suami saya dimana saya bisa mendapatkan rempah-rempah Indonesia.

Contohnya kunyit atau dalam Bahasa Inggris 'curcuma'. Saya cari gambar kunyit di google dan saya tunjukkan ke suami saya. Karena suami saya tidak tahu terlalu banyak tentang rempah-rempah, saya dan suami meminta bantuan pada Ibu mertua saya. Ternyata beliau tahu. Kunyit di Peru namanya adalah 'palillo'. Wah, saya sangat senang! Seperti mendapatkan hadiah yang luar biasa. Saat itu saya mencari kunyit karena saya ingin coba memasak rendang. Kemudian, saya cari resep memasak rendang di internet. Masalahnya, rendang adalah masakan yang kaya akan rempah-rempah. Selain kunyit, saya harus mencari lengkuas, daun kunyit, daun salam, sereh, bunga pekak, jahe, asam kandis, juga bumbu pelengkap seperti garam dan gula.

Lalu, keesokan harinya kami diajak pergi ke pasar tradisional yang ada di daerah Gamarra oleh Ibu mertua saya. Dari rumah kami naik bus dan kereta. Kira-kira menempuh waktu 1-1 1/2 jam perjalanan. Sesampainya di pasar tradisional Gamarra, saya disuguhi pemandangan seperti perpaduan antara Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Tanah Abang. Lalu lintas yang semrawut ditambah banyak orang-orang lalu lalang membawa barang dagangan/belanja. Banyak juga kuli angkut di sana yang jalannya tidak beraturan sama seperti di Pasar Tanah Abang. Kalau kalian ke sini harus hati-hati, melihat kanan kiri dan depan belakang kita ya!

Akhirnya, kami memutuskan untuk langsung pergi ke area pasar yang menjual herbal-herbal dari Pegunungan Andes. Saya dan keluarga berjalan-jalan menyusuri pasar yang lumayan bersih dan terawat. Ada sebagian tempat yang kotor tapi ada di luar pasar.

Ketika masuk ke area ini, sudah mulai tercium macam-macam aroma herbal. Saya merasa sedikit pusing di sini karena aromanya tercampur menjadi satu. Saya, suami dan Ibu mertua berkeliling pasar ini dan akhirnya menemukan kunyit, bunga pekak, dan sereh. Kalau jahe, di dekat rumah ada yang menjual. Sedangkan sereh juga banyak saya temui di pasar tradisional. Karena di sini ada jadi lebih baik saya membeli saja. Tetapi saya tidak menemukan lengkuas, daun kunyit dan daun salam. Sebenarnya di beberapa tempat saya sering melihat daun seperti daun salam, namanya Laurel di sini. Kalau diterjemahkan ke Bahasa Inggris juga Laurel Leaf. Tapi aromanya berbeda dengan daun salam di Indonesia. Laurel di sini aromanya lebih manis, kalau daun salam di Indonesia aromanya lebih segar. Mencari lengkuas di Lima seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Pencarian asam kandis juga gagal. Akhirnya saya ganti saja dengan asam Jawa atau tamarindo.

Lelah menelusuri pasar ini tanpa lengkuas, daun kunyit dan daun salam. Sedih rasanya. Tapi, tidak apa-apa. Saya akan mencoba membuat rendang tanpa lengkuas, daun kunyit dan daun salam. Kalau ada waktu lagi ke pasar-pasar tradisional di Peru, saya akan coba mencari lengkuas. Lengkuas oh lengkuas... I need you ...

Setelah selesai pencarian rempah-rempah, saya melanjutkan ke area penjualan baju dan kain. Fyi, Gamarra memang terkenal sebagai pusat grosir kain dan baju-baju di Lima. Saya akan mereview tempat ini di lain artikel ya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya dan semoga bermanfaat.

DAFTAR NAMA REMPAH-REMPAH  DAN BUMBU-BUMBU UNTUK MEMBUAT MASAKAN INDONESIA YANG ADA DI PERU
Kunyit                   : Palillo (baca palijo)
Ketumbar             : Coriender (baca koriender)
Jahe                       : Kion (baca kiong)
Sereh                    : Hierba Louisa (baca ierba luisa)
Jinten                    : Comino (baca komino)
Lada putih           : Pimienta blanca (baca pimienta blanca)
Lada hitam          : Pimienta negro (pimienta negro)
Daun Salam         : Laurel (baca laurel) tapi ini aromanya agak
                                 manis tidak segar seperti daun salam di
                                 Indonesia. Sepertinya tidak cocok untuk
                                 masakan Indonesia.
Bunga Pekak        : Anis (baca anis)
Cengkeh                : Clavo de Olor (baca klabo de olor)
Kayu Manis          : Canela (baca kanela)
Asam Jawa           : Tamarindo (baca tamarindo)
Bawang Putih      :  Ajo (baca aho)
Bawang Merah    : Cebolla Rojo (baca seboya roho)
Cabai                     : Aji (baca ahi)
Bawang Bombay : Cebolla Blanca (baca seboya blangka)
Asem Jawa           : tamarindo
Kencur                  : 
Lengkuas              : Galangal (Bahasa Inggris, baca galanggal)
Daun jeruk           : Hoja de limon (baca oha de limong)

DAFTAR NAMA SAYUR-SAYURAN UNTUK MASAKAN INDONESIA YANG TERSEDIA DI SEBAGIAN PASAR DI PERU
Daun Kemangi  : Albahaca (baca albaaca)
Kangkung           : en choi
Sawi Hijau. : Ciosam (ngga tahu penulisannya yang benar)
Pare                      : balsamina
Buncis                  : Vainita (baca bainita)
Terong                  : Berenjena (baca berenghena)
Tauge                    : Frijoles Chino
Daun seledri       : apio (baca apio)
Daun ketumbar  : culantro (baca kulantro)
Wortel                   : Zanahoria (baca zanaoria)


DAFTAR NAMA BUAH-BUAHAN EKSOTIS DI INDONESIA YANG ADA DI PERU


Kedondong : mango ciruela (baca : manggo siruela, biasanya ada di musim panas di pasar2 Lima) 
Jambu bol : la pomarrosa (ada di daerah Tingo Maria)
Jambu biji : guayabas (wayabas, tumbuh di amazon juga, bisa didapat di Lima) 
Buah sukun : fruta de pan (biasanya ada di hutan amazon)
Nangka : yaca (tumbuh di daerah amazon tapi bisa beli di Barrio chino, kadang-kadang ada yang jual) 
Srikaya : chirimoya
Sirsak : guanabana

Belimbing : carambola
Rambutan : rambutan (dikembangkan oleh petani Perú dan sudah pernah dijual di Wong supermercado) 
Buah naga : pitahaya (sebenarnya buah naga itu asli dari sini, tp orang sini awalnya tidak terlalu fokus bertani buah naga dan sekarang buah naga di Perú sudah mulai disukai lagi oleh orang Perú dan harganya masih mahal) 
Manggis : mangostino
Kesemek : El caqui (el kaki, tumbuh di daerah Huaral) 

P.S : Di Supermarket seperti Plaza Vea dan Metro juga tersedia kunyit atau palillo tapi dalam bentuk serbuk. Daun salam atau laurel juga ada di sana, yang dijual satu paket dengan jamur kering warna hitam (hongos). Daun sereh atau hierba louisa juga tersedia di Plaza Vea dan Metro. Kalau saya biasanya beli di pasar dekat rumah atau warung-warung yang menjual sayuran. Atau kalau mau lebih lengkap lagi, pergi ke pasar di gang kecil di kawasan Barrio Chino, Centro de Lima.


Share: